30 November, 2015

Pertemuan bangkesbanpol Di kelurahan mentikan bersama tomas,pkk,linmas,RT ,RW pada tanggal 24 November 2015







LOMBA CERDIK CERMAT KOMUNIKATIF TINGKAT KELURAHAN YANG DISELENGGARAKAN OLEH DISHUBKOMINFO KOTA MOJOKERTO,PADA TANGGAL 23 NOVEMBER 2015





Berkebun bersama kim Mojopahit,hasinya bisa dinikmati keluarga

Bagi anda yang suka berkebun tentunya anda memerlukan benih yang perlu disemai atau ditanam. Kebutuhan benih tersebut tentunya bisa dipenuhi  dengan membeli benih misalnya beli di toko pertanian, atau beli online yang begitu banyak dan mudah didapatkan misalnya di lapak saya.
Tetapi sebenarnya ada banyak benih yang bisa kita buat sendiri jika kita open. Ini bukan Open dalam bahasa inggris yang artinya membuka. Tapi open dalam istilah Bahasa Jawa yang artinya telaten .  Pada kesempatan ini saya akan menulis tentang membuat benih sendiri sehingga kita tidak tergantung dengan pembelian  benih. Koq saya membahas tentang hal ini padahal saya penjual benih ya? Bukannya nanti omset saya menurun?
Oh saya tidak mau berpikir sampai sejauh itu, yang  jelas saya ingin menulis hal ini. Saya bukan orang yang pragmatis dalam hal ini. Maksud saya kalau benih bisa anda buat ngapain beli, salah satu tujuan saya membuat blog ini adalah membantu anda berkebun.
Kembali ke pembahasan membuat benih sendiri, diantara benih yang bisa kita buat

27 November, 2015

Kim MOJOPAHIT mengikuti kegiatan pembentukan WKBSM program dari Dinas Sosial Kota Mojokerto


Anda mengenal WKSBM?, jika belum, disini aku informasikan bahwa WKSBM adalah singkatan dari Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat. Berdasarkan keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor : 42/HUK/2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemberdayaan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) adalah sistem kerja sama antar keperaangkatan pelayanan sosial di akar rumput yang terdiri atas usaha kelompok, lembaga maupun jarinmgan pendukungnya (misalnya: Kelompok Usaha Ekonomis Produktif, Kelompok Pengajian, Gabungan Kelompok Tani, RT, RW, Dasa Wisma dan lain-lain), baik yang tumbuh melalui proses alamiah dan tradisional maupun lembaga yang sengaja dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat pada tingkat lokal, sehingga dapat menumbuhkan sinergi lokal dalam pelaksanaan tugas di bidang usaha kesejahteraan sosial.
Prinsip-prinsip dasar Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat meliputi antara lain:
  • Tumbuh kembangnya ditentukan oleh, dari dan untuk masyarakat itu sendiri,
  • Meletakkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat sebagai nilai dasar yang bersifat integrative dengan keseluruhan aspek pembangunan kesejahteraan sosial,
  • Merupakan refleksi dari kesadaran dan tanggung jawab sosial masyarakat dalam mencegah, mengurangi, menekan dan menanggulangi permasalahan sosial di lingkungannya,
  • Pelestarian nilai-nilai budaya lokal seperti gotong-royong, kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial,
  • Tumbuh dan berkembang terhadap perubahan dan pengintegrasian lintas budaya.
Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat memiliki Visi “Terwujudnya peran serta masyarakat di bidang usaha kesejahteraan sosial”.
Sedangkan misinya antara l;ain:
  • Menumbuhkembangkan aspirasi dan prakarsa masyarakat lokal melalui lembaga komunitas lokal beserta jaringan pendukungnya dalam pembangunan kesejahteraan sosial,
  • Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab masyarakat lokal dalam pembangunan kesejahteraan sosial,
  • Memperkuat dan mengembangkan system jaringan kerja kemitraan dalam penanganan masalah sosial di lingkungannya.
Hasil yang ingin dicapai dari Kegiatan Pemberdayaan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat adalah antara lain:
  • Memperkuat jaringan kerja sama antar kelompok lokal dalam usaha kesejahteraan sosial secara berkelanjutan,
  • Menumbuhkan dan mengembangkan serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam usaha kesejahteraan sosial
  • Tercegah dan tertanganinya masalah sosial setempat,
  • Potensi dan sumber kesejahteraan sosial setempat berdaya guna dan berhasil guna.